Pengertian dan Contoh Makalah Lengkap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perancangan Sistem
Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu yang lebih menekankan  pada prosedur  dan elemennya. Prosedur didefinisikan sebagai suatu urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang yahur dikerjakan, siapa yang menengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya (Gerald.J.,1991).
Jogiyanto (2003:1) menyatakan bahwa sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Sedangkan Indrajit (2003:2) mengemukakan bahwa “sistem mengandung arti kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu sama lainnya”. Begitu pula Robert G. Murdick (1993), mendefinisikan bahwa “ sistem sebagai seperangkat element-element yang terintergrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama”
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005:6), sistem mempunyai karateristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen  sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Setiap subsistem mempunyai karateristik dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan daerah  yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.
Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus dijaga dan dipelihara.
Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem kesubsistem lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu kesatuan.
Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupah masukan perawatan dan masukan sinyal maintenance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem. 
Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna, kelauaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.
Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran, kalau sistem tidak mempunyai sasaran maka sistem tidak akan ada. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan. Sasaran sangat berpengaruh pada masukan dan keluaran yang akan dihasilkan.

Tata Sutabari, S.Kom.,MM (2005) sistem dapat diklasifikasikan dari dari beberapa sudut pandang diantaranya :
Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem  yang ada secara fisik.
Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, yang disebut human machine sistem.
Sistem determinasi dan sistem probabilistik
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem determinasi. Sistem komputer  adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer  yang dijalankan. Sedangkan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisinya masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung probabilistik. 
Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan pihak luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya.
Dengan  melihat definisi tersebut, maka desain sistem ini mempunyai dua maksud atau tujuan yaitu sebagai berikut :
Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem. 
Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Desain sistem terbagi atas desain sistem secara umum dan desain sistem secara terinci. Tujuan desain sistem secara umum adalah untuk adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user  tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum  merupakan persiapan dari desain sistem secara terperinci. Desain secara umum mengidentifikasi komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci lainnya yang akan mengimplementasikan sistem.   

2.1.1 Diagram Arus Data (DAD)
DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh professional sistem kepada pemakai maupun pembuat program
Diagram Arus Data atau lebih dikenal dengan DFD (Data Flow Diagram) menampilkan kegiatan sistem lengkap dengan komponen-komponen yang menunjukan secara tegas file-file yang dipakai, unsure-unsur  atau tujuan data, serta aliran data dari suatu suatu proses ke proses yang lain. Atau juga sering menggambarkan suatu sistem  yang telah ada atau sistem yang baru yang akan dikembangkan serta logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan.
Beberapa elemen dasar yang akan digunakan dalam Diagram Arus Data, yaitu :
Eksternal Entity (Kesatuan Luar) atau Boundary (batasan sistem), yang dapat berupa orang atau organisasi yang berada dilingkungan luar sistem yang akan member input atau menerima output dari sistem. Komponen ini dipersentasikan menggunakan persegi empat. 
Adapun beberapa pedoman pemberian nama Kesatuan Luar (External Entyty) yaitu :
Nama terminal berupa kata benda.
Terminal tidak boleh memiliki nama yang sama kecuali memang objeknya sama (digambarkan dua kali, dimaksud untuk membuat diagram lebih jelas). Bila demikian, maka terminal ini perlu diberi garis miring pada pojok kiri atas.
Gambar 2.1. Kesatuan Luar
Arus Data ( Data Flow)
Arus Data merupakan tempat mengalirnya informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukan dengan arah panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Nama berfungsi untuk mendefinisikan arti dari aliran tersebut, dan ditulis mengideintifikasi aliran tersebut.
Adapun pedoman pemberian nama pada Aliran Data, yaitu :
Nama aliran data yang terdiri dari beberapa aliran kata dihubungkan dengan garis sambung.
Tidak boleh ada aliran data yang namanya sama, dan pemberian nama harus mencerminkan isinya.
Aliran yang terdiri dari beberapa elemen dapat dinyatakan dengan grup elemen.
Hindari penggunaan kata ‘data’ dan ‘informasi’ untuk member nama pada aliran data.
Sedapat mungkin nama aliran data ditulis lengkap.
Gambar 2.2 Arus Data
Proses
Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem. Proses dapat mengolah data atau aliran data yang masuk menjadi aliran data keluar. Proses umumnya didefinisikan dengan kata tunggal atau kalimat sederhana, dan dipersentasikan dalam bentuk lingkaran dan persegi empat.
Adapun pedoman pemberian nama proses
Nama proses terdiri dari kata kerja dan kata benda yang mencerminkan fungsi proses tersebut.
Jangan menggunakan kata proses sebagai bagian dari nama suatu proses.
Tidak boleh ada beberapa proses yang memiliki nama yang sama.
Proses harus diberikan nomor. Penomoran proses pada tingkat pertama (Diagram Nol) adalah 1.0, 2.0, 3.0, dan seterusnya.
Konteks diagram tidak perlu diberi nomor.
Gambar 2.3. Proses 
Penyimpanan (Data Store)
Simpanan data merupakan tempat penyimpanan data pengikat data yang ada dalam system. Data Store dapat disimbolkan dengan sepasang dua garis sejajar atau dua garis dengan salah satu sisi samping terbuka. Komponen ini digunakan untuk memodelkan kumpulan data atau paket.
Adapun pedoman pemberian nama pada Data Store, yaitu :
Nama harus mencerminkan Data Store tersebut.
Bila namanya lebih dari satu maka harus diberi tanda sambung.


Gambar. 2.4. Penyimpanan
2.1.2 Bagan Alir (Flowchart)
Bagan Alir (flowchart) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat Bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.
Beberapa symbol yang akan digunakan dalam Flowchart, yaitu :
Terminal : simbol ini menyatakan awal dan akhir sebuah rangakain perjalanan sebuah sistem. Untuk awal sistem, dari simbol ini akan keluar sebuah garis yang menunjukkan arah proses berikutnya. Sebagai sebuah terminal akhir, yang mengakhiri rangkain proses,akan ada sebuah tanda arah masuk (menuju) ke simbol ini, dan tak pernah ada tanda arah yang keluar. Sudah selesai, berhenti, stop.
Processing : simbol ini menyatakan adanya sebuah kegiatan pengolahan data pada langkah tersebut. Simbol ini akan  menerima masukan dari simbol lainnya, dan akan mengeluarkan hasil proses, untuk dilanjutkan pada langkah berikutnya, jadi akan terdapat dua garis penunjuk arah, masuk (kedalam simbol ini) dan keluar. Di dalam kotak simbol alan dituliskan proses-proses apa saja yang akan dikerjakan pada tahap ini.
Input/Output  : simbol ini digunakan untuk adanya proses pembacaan data file input, atau melakukan penulisan pada file keluaran (output)
Decision  : Simbol keputusan (decision symbol) digunakan untuk suatu  nyeleksian kondisi di dalam program. Pada simbol ini diartikan akan adanya suatu alternatif  (pilihan) proses. Hanya akan ada   arah yang masuk kesimbol ini. Dan akan ada simbol yang keluar dari simbol decision ini, untuk menggambarkan adanya beberapa alternatif proses yang akan terjadi sesudah simbol decision ini. Bentuk pengujian akan menentukan pilihan arah proses mana yang akan dituj. Kalimat ujian tersebut ditempatkan pada simbol dicision.
Display  : Menandakan digunakan media layar (monitor, display) untuk menyajikan suatu informasi.
Off-page Conector  :  Simbol yang akan menandakan adanya suatu hubungan rangkaian langkah proses, yang harus berlanjut dihalaman lain.
Connector  :  Serupa dengan Off-page connector, yang gunanya adalah menyambung suatu rangkaian langkah proses. Tetapi simbol ini hanya dipakai untuk sambungan yang ada dihalaman yang sama.

Preparation  :  Simbol persiapan (preparation symbol) digunakan untuk memberi nilai awal suatu besaran.
Gambar 2.5. Simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart

2.2 Analisa Sistem
Analisa sistem sangat bergantung pada teori sistem umum sebagaimana sebuah landasan konseptual. Tujuannya adalah untuk memperbaiki barbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/ mengganti output yang sedang digunakan, untuk mecapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang (biasanya jadi lebih sederhana da lebih interaktif) atau untuk melakukan beberapa perbaikan serupa. Alasan pentingnya mengawali analisis sistem:
1. Problem-solving: sistem lama tidak berfungsi sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu analisis diperlukan untuk memperbaiki sistem sehingga dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.
2. Kebutuhan baru: adanya kebutuhan baru dalam organisasi atau lingkungan sehingga diperlukan adanya modifikasi atau tambahan sistem informasi untuk mendukung organisasi.
3. Mengimplementasikan ide atau teknologi baru.
4. Meningkatkan performansi sistem secara keseluruhan.

Analisa sistem (sistem analisis) dapat didefinisikan sebagai : penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Sebelum melakukan perancangan sistem informasi yang baru pada
suatu perusahaan, maka harus dilakukan analisis sistem terlebih dahulu untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kelebihan dan kekurangan sistem yang sedang berjalan.
Analisis sistem (system analysis) dapat didefinisikan sebagai
berikut:
“ Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam beberapa bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya”.
Dalam menganalisis sebuah sistem, tahapan dasar yang harus
dilakukan adalah:
1. Mengidentifikasi masalah (identify).
Merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Menentukkan titik keputusan dimana letak penyebab masalahnya sehingga proses pemecahan masalahnya dapat lebih terarah.
2. Memahami kerja dari sistem yang ada (understand).
Memahami kerja dari sistem yang ada, dengan cara mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang sedang berjalan tersebut beroperasi. Data yang diperlukan dapat diperoleh dengan melakukan penelitian. Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi sistem yang ada sebelum mencoba menganalisis permasalahan, kelemahan dan kelebihan
sistem tersebut.
3. Menganalisis sistem (analize)
Mempelajari data dan informasi yang diperoleh dari sistem yang sedang berjalan, kemudian melakukan analisis sistem secara keseluruhan serta permasalahan yang terjadi untuk menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul. Penelitian dilakukan dengan menjawab pertanyaan seperti: apa yang dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, siapa yang mengerjakannya, dimana dikerjakannya. Untuk menganalisis kelemahan sistem dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti: mengapa dikerjakan, perlukah dikerjakan, apakah telah dikerjakan dengan baik.
4. Laporan hasil analisis (report)
Membuat suatu urutan kejadian dalam analisis dan memberikan keterangan serta gambaran yang jelas dengan alat bantu analisis sistem, sehingga memudahkan penggunaan dalam memahaminya dan juga sebagai dokumentasi bagi pengembangan sistem selanjutnya.
Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional). Untuk proyek perkembangan yang besar, produk ini mengambil bentuk dari laporan kebutuhan sistem, dengan menetapkan kemampuan yang diperlukan untuk kebutuhan informasi pengguna akhir. Perancangan suatu sistem dibutuhkan sebelum penyelesaian tahap perancangan sistem.
Gambar 2.6
Aktivitas Analisis Sistem. Tahap Ini Mengukur Kemampuan Sistem Informasi dan Kebutuhan Informasi Dari Pengguna.
2.2.1 Analisa Lingkungan Organisasi
Analisa lingkungan organisasi merupakan langkah utama yang penting dalam analisa sistem. Itulah sebabnya harus mengetahui tentang organisasi, struktur manajemen, orang - orangnya, aktivitas pekerjaan, sistem lingkungan harus berhubungan dengan itu, dan itu adalah sistem informasi yang berlaku. Memahami spesifikasi  operasi kerja kelompok pengguna akhir yang akan dipengaruhi oleh sistem informasi baru atau sistem informasi berkembang yang diusulkan.

2.2.2 Analisa Sistem Yang Ada
Sebelum merancang sistem baru, adalah penting untuk belajar sistem yang akan dikembangkan atau digantikan (jika itu adalah satu). Harus menganalisa bagaimana sistem ini menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya manusia untuk mengkonversi sumber data organisasi kedalam produk informasi untuk pengguna terakhir. Perlu menganalisa apakah sumberdaya sistem ini digunakan untuk memenuhi sistem informasi aktivitas masukan, proses, keluaran, penyimpanan, dan kendali. Kemudian, dalam tahap perancangan sistem ini, peneliti dapat menetapkan apa sumberdaya ini, produk, dan aktivitas dalam sistem yang harus peneliti rancang.

2.2.3 Analisa Sistem Kebutuhan
Langkah ini adalah salah satu langkah sulit dalam analisa sistem. Disini harus mencoba, pertama, untuk menentukan peneliti (atau pengguna akhir) memerlukan informasi tertentu (ini kadang - kadang disebut analisa kebutuhan atau analisa kebutuhan pengguna). Kedua, harus mencoba menentukan kebutuhan kemampuan proses informasi untuk masing - masing aktivitas sistem (masukan, proses, keluaran, penyimpanan, kendali) untuk mengetahui kebutuhan informasi (ini kadang - kadang disebut analisa kebutuhan fungsional). Akhirnya, harus mencoba untuk mengembangkan syarat sistem logika. Kesulitan dari tahap pertama persyaratan analisa merupakan alasan utama pengembangan dari metode alternatif pengembangan sistem, seperti sistem-sistem paket dan rancangan kerja.
2.3 Desain Sistem
Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analisis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya sekarang bagi analisis sistem untuk memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Tahap ini disebut dengan disain sistem (system design). Desain sistem dapat dibagi dua, yaitu desain sistem secara umum(general systems design) dan desain sistem secara terinci (detailed system design).
Desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :
1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem;
2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional;
3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi;
4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk;
5. Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan skesta atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi;
6. Termaksud menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem;
Tahap desain sistem mempunyai dua tujuan yaitu;
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
2. Untuk memberikan gambaran jelas dan rancang bangun lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya.
Desain sistem dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu desain sistem secara umum (general system design) dan desain sistem terinci (detailed system design)
2.3.1 Desain Sistem Secara Umum (General System Design)
Tujuan dari desain secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru, yang mana merupakan persiapan dari desain sistem secara terperinci. Tahap desain secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.
Analisis sistem dan desain sistem umum bergantung satu sama lain. Studi menunjukkan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan selama fase analisis menyediakan dasar bagi desain sistem umum untuk dibuat. Fase analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ke temuan.
Verzello dan Reuter (Jogiyanto 2005 :196) mengemukakan desain sistem adalah tahap setelah analisi dari siklus pengembangan sistem. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
Sedangkan menurut Buch Grundnitski (Jogiyanto 2005:196) desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, peencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Berdasarkan beberapa defenisi diatas maka desain sistem ini dapat diartikan sebagai berikut :
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem;
Pendefinisian  dari kebutuhan-kebutuhan fungsional;
Persiapan untuk rancang bangun untuk implementasi;
Menggambarkan bagaimana sistem dibentuk
Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi;
Temasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
Tahapan desain mempunyai tujuan yaitu :
Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Desain terinci terdiri dari laporan-laporan, dan desain sistem secara umum terdiri dari :
Bagan Alir
Bagan alir (flowchar) adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau proseddur sistem secara logika. Digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Pedoman untuk menggambarkannya:
Sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri suatu halaman
kegiatannya harus ditunjukkan dengan jelas
Ditunjukkan dengan jelas dimulai dan berakhirnya suatu kegiatan
Masing-masing kegiatan sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan
Kegiatannya sudah dalam urutan yang benar
Kegiatan yang terpotong dan akan disambung ditunjukkan dengan jelas oleh simbol penghubung
Digunakan simbol-simbol yang standar

Ada lima macam bagan alir :
Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan :
· Bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.
· Menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada didalam sistem.
· Menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem
· Simbol-simbol :

Tabel 2.1 Simbol-simbol Bagan Alir Sistem 
Simbol Keterangan   
Simbol Dokumen;
Menunjukkan input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau computer   
Simbol manual;
Menunjukkan pekerjaan manual   
Simbol simpanan offline ; 
file nonkomputer yang diarsip urut angka (numerical)   
Simbol simpanan offline; 
file nonkomputer yang diarsip `urut huruf (akphabetical)   
Simbol simpanan offline; 
file non komputer yang diarsip urut tanggal (chronological)   
Simbol kartu punc;
menunjukkan i/o yang menggunakan kartu punch  
Simbol Proses;
Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program computer   

Simbol operasi luar; 
Menunjukkan operasi yang dilakukan diluar operasi computer   

Simbol sort offline;
Menunjukkan proses pengurutan data diluar proses
komputer   

Drum magnetik;
menunjukkan i/o menggunakan drum magnetic   

Simbol pita magnetic;
menunjukkan i/o menggunakan pita magnetic   

Pita kertas berlubang;
menunjukkan i/o menggunakan pita kertas pita berlubang  

Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir
formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan :
· Bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya
· Menggunakan simbol-simbol yang sama dengan bagan alir sistem

Bagan Alir Skematik  (Schematic Flowchart)
Merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah : Bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Fungsi penggunaan gambar tsb adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang mengerti dengansimbol-simbol bagan  alir.
Bagan Alir Program (Program Flowchart)
Merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.
Dibuat dari derivikasi bagan alir sistem
Terdiri dari 2 bentuk :
a. Bagan Alir logika; digunakan untuk menggambarkan setiap langkah didalam program komputer secara logika --> disiapkan oleh analis sistem
b. Bagan alir komputer terinci
Menggunakan simbol-simbol sbb :
Tabel 2.2 Bagan Alir Program

Simbol Keterangan   
Input/output;
digunakan untuk mewakili data i/o   

Proses;
digunakan untuk mewakili suatu proses   

Garis alir;
Menunjukkan arus dari proses   
Keputusan;
digunakan untuk suatu selrksi kondisi didalam program  
  

Penghubung;
Menunjukkan penghubung ke halaman yang sama atau halaman lain   

Proses terdefinisi;
Menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan
ditempat lain   

Persiapan;
digunakan untuk memberi nilai awal suatu besaran   

Terminal;
Menunjukkan awal dan  akhir dari suatu proses  

2.3.2 Desain Sistem Secara Terinci (Detailed System Design)
2.3.2.1 Desain Output terinci
Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat berupa hasil dimedia keras (seperti kertas, microfilm) atau hasil di media lunak (berupa tampilan dilayar video). Disamping itu output dapat berupa hasil suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan disuatu media seperti tape, disk atau kartu. Yang dimaksud dengan output pada tahap desain ini output yang berupa tampilan dimedia keras atau dilayar video. Adapun langkah-langkah dalam rancangan output adalah :
Menentukan kebutuhan output dari sistem baru
Output yang akan dirancang dapat ditentukan dari DAD (Diagram Arus Data) sistem baru yang telah dibuat. Output di DAD ditunjukan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya.
Menentukan para meter output
Setelah output yang akan dirancang telah ditentukan, maka parameter dari output selanjutnya juga dapat ditentukan.
Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini.
Desian output yang akan dibahas yaitu output berbentuk laporan kemedia kertas dan desain output  dimedia lunak dalam bentuk di layer terminal.
Adapun alat-alat desain output secara terinci ada dua macam yaitu sebagai  berikut :
a. Printer layout atau printer spacing chart atau printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk dari ouput printer.
b. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus arus data. Kamus data ouput digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang akan disajikan dilaporan.

2.3.2.2 Desain Input terinci
Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses transaksi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Data hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.  Hasil dari sistem informasi tidak lepas dari data yang dimasukkan. Sampah yang masuk, maka sampah pula yang keluar (garbage in garbage out). Supaya tidak menghasilkan sampah, maka oleh sebab itu desain input harus berusaha membuat sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah. Desain input terinci dimulai dari dokumen dasar sebagai penangkap input yang pertama kali. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik, kemungkinan input yang tercatat adalah salah bahkan kurang.
Adapun cara mengurangi jumlah input yang akan dimasukkan ke sistem tanpa mengurangi kelengkapan yaitu sebagai berikut :
a. Menggunakan kode.
b. Data yang relative konstan disimpan difile induk acuan.
c. Jam dan tanggal langsung diambil dari sistem
d. Perhitungan otomat dapat dilakukan oleh sistem.

2.3.2.3 Desain Data Base terinci
Jogiyanto (2001 : 217) mengemukakan Database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan disimpanan luar komputer  dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk manipulasinya. Database adalah suatu kumpulan data terhubung (interrelated  data) yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa mengatap satusamalain atau tidak perlu suatu kerangkapan data (controlled redundancy) dengan cara tertentu sehingga mudah digunakan atau ditampilkan kembali; dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal; data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan digunakannya; data disimpan sedemikian rupa sehingga penambahan, pengambilan dan modifikasi dapat dilakukan dengan mudah dan terkontrol (Tata Sutabri, S.kom., MM 2003:161).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem database mempunyai beberapa elemen penting, yaitu database sebagai inti sistem database, perangkat lunak untuk mengelolah database, perangkat keras sebagai pendukung operasi pengolahan data, serta manusia mempunyai peran penting dalam sistem tersebut.
Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mendefinisikan ini atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasikan di desain secara umum.
Elemen-elemen data di suatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan perancangan suatu keluaran (output). Demikian juga dengan input yang direkam pada database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Dengan demikian, isi atau struktur dari suatu file database tergantung dari arus data keluar ke atau dari file tersebut. Arus data dari suatu file database dapat dilihat pada arus data (DAD) yang telah dibuat.
Analisis sistem dapat menggambarkan kembali DAD khusus untuk masing-masing file database dengan semua arus data yang mempengaruhinya.  

2.3.2.4 Desain Teknologi
Desain dari teknologi terinci sebenarnya telah dilakukan pada tahap desain secara umum. Pada desain secara umum telah dapat ditentukan jenis dan jumlah teknologi yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap desain secara umum adalah kapasitas  dari teknologi simpanan luar yang akan digunaka. Kapasitas simpanan luar yang telah didefinisikan pada desian secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah file-file database berhasil didesain secara terinci, kebutuhan kapasitas luar dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yang dibutuhkan sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file databaseyang akan menyimpan data untuk satu periode tertentu.

2.3.2.5 Desain Model
Desain model terinci mendefinisikan secara rinci urutan langkah-langkah dari masing-masing proses yang digambarkan pada DAD. Urutan-urutan langkah proses diwakili oleh suatu program komputer.
Dengan demikian desain model terinci juga merupakan suatu desain model komputer.

2.3.2.6 Normalisasi
Ada banyak kemungkinan desain untuk struktur data yang digunakan dalam sistem database. Suatu desain struktur database yang paling baik adalah jika membuat kerelasian dalam database menjadi lebih muda untuk dimengerti, lebih sederhana pemeliharaannya, dan lebih muda memprosesnya untuk kebutuhan baru.
Menurut Tata Sutabri, S.Kom,.MM (2003:181). Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam data base 
Bentuk Normalisasi
Pada proses normalisasi ini perlu dikenal dulu defenisi dari tahap normalisasi, yaitu :
a. Bentuk tidak normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atatu terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
b. Bentuk normal kesatu (1NF/First Normal Form)
Bentuk normal kesatu mempunyai ciri : setiap data dibentuk dalam flat file (file data/rata), data dibentuk dalam satu record demi record dan nilai dari field berupa “atomic value”. Tidak ada set atribut yang berulang atau atribut bernilai ganda (multivalue).
c. Bentuk normal kedua (1NF/Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat : bentuk data telah memenuhi criteria bentuk normal kesatu. Atribut ini bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci field.
d. Bentuk normal ketiga (1NF/Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk ketiga, relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap atribut bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primery key dan pada primery kay secara menyeluruh. 

Diagram Entity Relationship (Diagram E-R)
Fathansyah (2002:79) mengemukakan Diagram Entity Relationship adalah model entity-relationship yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari ‘dunia nyata’ yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan entity-relationship (Diagran E-R). Notasi-notasi simbolik didalam digram E-R yang dapat digunakan adalah :
Persegi panjang, menyatakan Himpunan Entitas.
Lingkungan/Elip, menyatakan Atribut (Atribut yang berfungsi sebagai key digaris bawahi).
Belah ketupat  menyatakan Himpunan Relasi.
Garis, segi penghubung antara Himpunan Relasi dengan Himpinan Entitas atau Atribut.
Kardinalitas Relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakai angka (1 dan 1 untuk relasi satu kesatu, dan N untuk relasi satu-ke-banyak atau N dan N untuk relasi banyak-kebanyak).

Gambar 2.7 Simbol Entity­ Relationship (Diagram E-R
Berikut ini adalah contoh Diagram Entity Relationship :
Satu kesatu (one to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas A.
Gambar 2.8 Kardinalitas Relasi
Satu ke banyak (one to many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi sebaliknya dimana  setiap entitas pada himpinan B berhubungan dengan                 entitas A.
Gambar 2.9 Kardinalitas Relasi Dari Satu Kebanyak
Banyak ke Satu (many to one)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan B, tetapi tidak sebaliknya, dimana 

setiap entitas pada himpunan A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan B.
Gambar 2.10. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu
Banyak ke banyak (Many to Many)
Yang berarti setiam entitas pada himpunan B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas.
Gambar 2.11. Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak

2.4 Implementasi Sistem
Jogiyanto (205:573) mengemukakan  tahap implementasi sistem (system implementasi) merupakan tahap meletakan sistem supaya siap dioperasikan. Tahap ini temaksuk juga kekuatan menulis kode program jika digunakan paket perangkat lunak aplikas. Tahap implementasi sistem dapat terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut :
Menerapkan rencana Implementasi
Supaya kegiatan Implementasi natinya dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, suatu rencana implementasi perludibuat terlebih dahulu. Rencana implementasi di maksudkan untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap implementasi.
Melakukan kegiatan Implementasi
Kegiatan Implementasi dilakukan dengan dasar kegiatan yang telah direncanakan dalam rencana implementasi. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah sebagai berikut :
a. Pemilihan dan pelatihan personil.
b. Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak.
c. Pemograman dan pengetesan program
d. Pengetesan sistem.
e. Pengetesan sistim
f. Tindak lanjut Implementasi
Tindak lanjut Implementasi
Partisipasi analis sistem belum berakhir setelah sistem diimplementasikan, analisis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya setelah sistem baru diimplementasikan. 
2.5 Teknik Pengujian Sistem
Pengujian perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan mempresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desian dan pengkodean.
Efektifitas dan efisien perangkat lunak yang digunakan diuji dengan metode pengujian yang bertujuan untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang ada pada perangkat lunak yang dihasilkan.
Metode pengujian yang digunakan dalam Sistem Pengurusan Proyek ini adalah pengujian White Box, dimana teknik ini merupakan pengujian terhadap cara kerja perangkat lunak itu sendiri yaitu Basis Path (prosedur programnya)/ proses looping (perulangan)
Dalam buku klasiknya mengenai pengujian perangkat lunka, Glen Myers (MYE79) menyatakan sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian :
Pengujian adalah proses pengerjaan suatu program yang bertujuan untuk mencari kesalahan.
Test Case yang baik adalah uji coba yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum ditemukan sebelumnya atau hal-hal lain yang dapat lebih menunjang aplikasi tersebut.
Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Jadi suatu pengujian dikatakan berhasil jika pada pengujian tersebut ditemukan kesalahan-kesalahan pada perangkta lunak yang diuji dengan waktu dan tenaga yang seminimal mungkin.
Secara garis besar metode pengujian Test case dalam pendekatannya terbagi atas dua jenis yaitu :I
1. White Box testing
2. Basis Path testing

2.5.1 White Box Testing
White Box Testing adalah metode perancangan Test case yang menggunakan  stuktur kontrol dari perancangan prosedural untuk mendapatkan tes case. Dengan menggunaka metode white box, analis sistem akan dapat memperoleh tes case yang :
· Menjamin seluruh independent path didalam modul yang dikerjakan sekurang-kurangnya sekali.
· Mengerjakan seluruh keputusan logical.
· Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
· Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validitas.
Untuk melakukan proses-proses tersebut di atas maka terlebih dahulu dilakukan penerjamahan flowchart kedalam flowgraph (aliran control).
Ada beberapa istilah pembuatan flowgraph yaitu :
Node, yaitu lingkaran pada flowgraph yang menggambarkan satu atau lebih perintah.
Edge, yaitu tanda panah yang menggambarkan aliran control. Setiap node harus mempunyai tujuan node.
Region, yaitu daerah yang dibatasi oleh node dan edge. Untuk menghitung region daerah di luar flowgraph juga harus dihitung. 
Predicate Node, yaitu kondisi yang terdapat pada node dan mempunyai karateristik dua atau lebih edge lainnya.
Clyometic Complexcity, yaitu matrik perangkat lunak yang menyediakan ukuran kuantatif dari kekompleksan logical program. Clyometic Complexcity digunkan untuk mecari jumlah path dalam suatu folwgraph.
Independent Path, yaitu yang melintasi atau melalui dalam program dimana sekurang-kurangnya terdapat proses perintah yang baru atau kondisi yang baru.
Rumus-rumus untuk menghitung jumlah Path dalam Flowgraph yaitu : 
Jumlah region pada flowgraph mempunyai hubungan dengan Clyometic Complexcity.
V(G) untuk Fowgraph dapat dihitung dengan rumus :
g. V (G) = E-N+2
Dimana :
E = Jumlah edge pada flowgraph
N = Jumlah node pada flowgraph
h. V (G) = P+1
Dimana :
P = Jumlah predikat node pada flowgraph
Dalam pelaksanaan teknik pengujian white box ini mempunyai 4 (empat) langkah yaitu :
Menggabarkan flowgraphyang ditranfer dari flowchart.
Menghitung Clyometic Complexcity untuk flowgraph yang telah dibuat.
Menentukan jalur pengujian dari flowgraph yang berjumlah sesuai dengan  Clyometic Complexcity yang telah ditentukan.
Melakukan test terhadap jalur-jalur yang telah dilakukan dengan data yang sesuai. 

2.5.2 Basis Path Testing
Basis Path Testing adalah teknik White Box Testing yang diusulkan oleh Tom McCabe [MCC76]. Motode basis path mengkinkan perancangan test case mengukur kompleksitas logis dari desain procedural dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan basis set dari jalur eksekusi. Test Case yang digunakan basis set dijamin untuk menggunakan setiap stetment di dalam program paling tidak sekali selama pengujian.
Dengan demikian dapat diantipasi kesalahan-kasalahan dari sistem tersebut dan pemakai dapat memberikan kritikan dan saran terhadap sistem  yang telah digunakan apakah sudah efisien atau sesuai dengan kebutuhan yang dinginkan atau hal-hal lain yang dapat lebih menunjang aplikasi tersebut.
2.6 Sistem Pelayanan Publik 
Pelayanan Publik adalah Pemanfaatan yang strategis terhadap sumberdaya-sumberdaya yang ada untuk memecahkan masalah- masalah publik atau pemerintah (Hesel Nogi S. 2003). Pelayanyan publik dapat diartikan sebagai pemberian (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan atau cara yang ditetapkan. 
Pelayanan publik dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh
seseorang / kelompok orang atau institusi tertentu untuk memberikan kemudahan dan bantuan kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu (Miftah Thoha,1991).
Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan USaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan organisasi yang menyelenggarakannya, pelayanan publik atau pelayanan umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi privat, adalah semua penyediaan barang atau jasa publik yang diselenggarakan oleh swasta, seperti misalnya Rumah Sakit swasta, PTS, perusahaan pengangkutan milik swasta.
2. Pelayanan publik atau pelayanan umum yang diselenggarakan oleh organisasi publik. Yang dapat dibedakan lagi menjadi : 
1. Yang bersifat primer dan,adalah semua penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah yang di dalamnya pemerintah merupakan satu-satunya penyelenggara dan pengguna/klien mau tidak mau harus memanfaatkannya. Misalnya adalah pelayanan di kantor imigrasi, pelayanan penjara dan pelayanan perizinan. 
2. Yang bersifat sekunder, adalah segala bentuk penyediaan barang/jasa publik yang diselenggarakan oleh pemerintah, tetapi yang di dalamnya pengguna/klien tidak harus mempergunakannya karena adanya beberapa penyelenggara pelayanan. 
Ada lima karakteristik yang dapat dipakai untuk membedakan ketiga jenis penyelenggaraan pelayanan publik tersebut, yaitu:
1. Adaptabilitas layanan. Ini berarti derajat perubahan layanan sesuai dengan tuntutan perubahan yang diminta oleh pengguna. 
2. Posisi tawar pengguna/klien. Semakin tinggi posisi tawar pengguna/klien, maka akan semakin tinggi pula peluang pengguna untuk meminta pelayanan yang lebih baik. 
3. Type pasar. Karakteristik ini menggambarkan jumlah penyelenggara pelayanan yang ada, dan hubungannya dengan pengguna/klien. 
4. Locus kontrol. Karakteristik ini menjelaskan siapa yang memegang kontrol atas transaksi, apakah pengguna ataukah penyelenggara pelayanan. 
5. Sifat pelayanan. Hal ini menunjukkan kepentingan pengguna atau penyelenggara pelayanan yang lebih dominan
Jika dilihat dari segi dimensi-dimensi pelayanan dapat dibagi dalam beberapa jenis, misalnya Chitwood (dalam Frederickson, 1988) menyebutkan apabila pelayanan publik dikaitkan dengan keadilan, maka bisa dibagi ke dalam tiga bentuk dasar, yaitu :
Pelayanan yang sama bagi semua. Misalnya pendidikan yang diwajibkan bagi penduduk usia muda.
Pelayanan yang sama secara proporsional bagi semua, yaitu distribusi pelayanan yang didasarkan atas suatu ciri tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan. Misalnya jumlah polisi yang ditugaskan untuk berpratoli dalam wilayah tertentu berbeda-beda berdasarkan angka kriminalitas.
Pelayanan-pelayanan yang tidak sama bagi individu-individu bersesuaian dengan perbedaan yang relevan. Ada beberapa kriteria mengapa pelayanan itu tidak sama antara lain: satu, pelayanan yang diberikan berdasarkan kemampuan untuk membayar dari penerima pelayanan. Dua, penyediaan pelayanan-pelayanan atas dasar kebutuhan-kebutuhan.
Berdasarkan uraian diatas Sistem Pelayanan publik adalah kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsure berkaitan satu sama lain dalam hal ini komponen yang berhubungan dengan pelayanan publik. 

2.7 Local Area Network
Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya dijadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.

2.7.1.  Protokol 
Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Protokol-Protokol yang dikenal adalah sebagai berikut :
Ethernet
Protocol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak digunakan,Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas atau bersih komputer akan mentransmisikan data, jika ada transmisi lain di dalam kabel, komputer akan menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika jaringan telah bersih. kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika
hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggukesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. metode ini dikenal dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari network.
LocalTalk
LocalTalk adalah sebuh protokol network yang di kembangkan  oleh AppleComputer, Inc. untuk mesin-mesin komputer Macintosh . Metode yang digunakan oleh LocalTalk adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). Hampir sama dengan CSMA/CD.. Adapter LocalTalk dan cable twisted pair khusus dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer melewati port serial. Sistem Operasi Macintosh memungkinkan koneksi secara jaringan peer-to-peer tanpa membutuhkan tambahan aplikasi khusus Protokol LocalTalk dapat digunakan untuk model jaringan Garis Lurus , Bintang , ataupun model Pohon dengan menggunakan kabel twisted pair. Kekurangan yang paling mencolok yaitu kecepatan transmisinya. Kecepatan transmisinya hanya 230 Kbps.
Token Ring
Protokol Token di kembangkan oleh IBM pada pertengahan tahun 1980. Metode Aksesnya melalui lewatnya sebuah token dalam sebuah lingkaran seperti Cincin . Dalam lingkaran token, komputer-komputer dihubungkan satu dengan yang lainnya seperti sebuah cincin. Sebuah Sinyal token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran (cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari sebuah komputer-menuju ke komputer berikutnya, jika pada persinggahan di salah satu komputer ternyata ada data yang ingin ditransmisikan, token akan mengangkutnya
ke tempat dimana data itu ingin ditujukan, token bergerak terus untuk saling mengkoneksikan diantara masing-masing komputer.
Protokol Token Ring membutuhkan model jaringan Bintang dengan menggunakan kabel twisted pair atau kabel fiber optic . Dan dapat melakukan kecepatan transmisi 4 Mbps atau 16 Mbps. Sejalan dengan perkembangan Ethernet, penggunaan Token Ring makin berkurang sampai sekarang.

2.7.2.  Perangkat Keras Yang dibutuhkan
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu : Komputer, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Router dan lainnya yang dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan.

2.8 Pengenalan WEB
      World Wide Web (WWW) atau biasa disebut dengan web, merupakan salah satu sumber daya Internet yang berkembang pesat. Informasi web didistribusikan melalui pendekatan hypertext, yang memungkinkan suatu text pendek menjadi acuan untuk membuka dokumen yang lain. Dengan pendekatan hypertext ini seseorang dapat memperoleh informasi dengan meloncat dari suatu dokumen ke dokumen yang lain. Dokumen-dokumen yang dapat diaksespun dapat tersebar di berbagai mesin dan bahkan diberbagai negara.
      Bagai jarring laba-laba, jejaring web telah membentang ke seluruh penjuru dunia. Tidak hanya terbatas pada lembaga-lembaga penelitian yang ingin mempublikasikan hasil riset, web juga banyak digunakan oleh perusahaan bisnis yang ingin mengiklankan produk atau untuk melakukan transaksi bisnisnya.

2.8.1 Sejarah Web
Sejarah web dimulai pada bulan maret 1989 ketika Tim Berner-Lee yang bekerja di Laboratorium Fisika Partikel Eropa atau yang dikenal dengan nama CERN (Consei European pour la Recherce Nuclaire) yang berada di Genewa, swiss, mengajukan protokol (suatu tatacara untuk berkomunikasi) system distribusi informasi internet yang digunakan untuk berbagai informasi diantara fisikiawan.
      Protocol inilah yang selanjutnya dikenal sebagai protocol World Wide Web dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). sebagaimana diketahui, W3C adalah konsorsium dari sejumlah organisasi yang berkempentingan dalam pengembangan berbagai standar yang berkaitan dengan web.

2.8.2 Aplikasi Web
Pada awalnya aplikasi web dibangun hanya dengan menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Language) dan protocol yang digunakan dinamakan HTTP (Hypertext Transfer Protokol). Pada perkembangan berikutnya , sejumlah skrip dan objek dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML. Pada saat ini, banyak skrip seperti itu antara lain yaitu PHP da ASP, sedangkan contoh yang berupa objek antara lain adalah applet(java).
Aplikasi web sendiri dapat dibagi menjadi :
Web Statis 
 Web statis dibentuk dengan menggunakan HTML saja. Kekurangan aplikasi seperti ini terletak pada keharusan untuk memelihara program secara terus menerus untuk mengikuti ssetiap perubahan yang terjadi. Kelemahan ini diatasi dengan model aplikasi web dinamis.
Dengan memperluas kemampuan HTML, yakni dengan menggunakan perangkat lunak tambahan, perubahan informasi dalam halaman-halaman Web dapat ditangani melalui perubahan data, bukan melalui perubahan program. Sebagai implementasinya, aplikasi web dapat dikoneksikan ke basis data. Dengan demikian perubahan informasi dapat dilakukan oleh operator atau yang bertanggungjawab terhadap kemutakhiran data, dan tidak menjadi tanggung jawab pemrogram atau web master.
Web Dinamis
Pengertian web yang dinamis juga terkadang diartikan sebagai halaman yang dilengkapi dengan animasi gambar, selain dapat berinteraksi dengan basis data.
Arsitektur aplikasi web :
Klien berinteraksi dengan web server, secara internal web server tadi akan berkomunikasi dengan middleware dan middleware inilah yang akan berhubungan dengan basis data (data base).
Web server adalah server yang melayani permintaan klien terhadap halaman web. Apache , IIS (Internet Information Server), dan Xitami merupakan contoh perangkat lunak web server.
Middleware adalah perangkat lunak yang bekerja sama dengan web server dan berfungsi menerjemahkan kode-kode tertentu, menjalankan kode-kode tersebut, dan memungkinkan berinteraksi dengan basis data . PHP, ASP, dan Perl adalah beberapa contoh middleware.
Browser atau web browser adalah perangkat lunak di sisi klien yang digunakan untuk mengakses informasi web. Internet explorer, Netscape, dan Monzila merupakan contoh browser.
Prinsip kerja pengaksesan dokumen web yang berbasis HTML adalah seperti berikut :
Browser meminta sebuah halaman ke suatu situs web melalui protocol HTTP.
Permintaan diterima oleh web server.
Web server segera mengirimkan dokumen HTML yang diminta ke klien.
Browser pada klien segera menampilkan dokumen yang diterima berdasarkan kode-kode pemformat yang terdapat pada dokumen HTML.
     Dengan menggunakan pendekatan web dinamis dimungkinkan untuk membentuk aplikasi berbasis web (web-based application). Sebagai contoh, system informasi akademis berbasis web memungkinkan seseorang mahasiswa melihat informasi nilai dari matakuliah-matakuliah yang sudah diambilnya dari luar kampus (dimana saja). Selain itu, pada masa semerter baru, mahasiswa dapat memasukkan data  krs (kartu rencana studi) melalui internet.

2.8.3 Teknologi Web
Dari sisi teknologi yang digunakan untuk membentuk Web Dinamis, terdapat dua macam pengelompokan, yaitu:
Teknologi pada sisi klien (client-side technology), dan
Teknologi pada sisi server (server-side technology).

2.8.3.1 Teknologi web pada sisi klien
Teknologi web pada sisi klien diimplementasikan dengan mengirimkan kode perluasan HTML atau program tersendiri dan HTML ke klien. Klienlah yang bertanggung jawab dalam melakukan proses terhadap seluruh kode yang diterima.
Kelemahan pendekatan seperti ini adalah terdapat kemungkinan bahwa browser pada klien tidak mendukung fitur kode perluasan HTML. Sebagai contoh kode VBScript yang dilekatkan pada kode HTML tidak akan berfungsi sekiranya browser yang digunakan klien tidak mendukungnya. Kelebihan teknologi pada sisi klien adalah memungkinkan penampilan yang bersifat dinamis, misalnya menampilkan jam yang terus menerus berubah ataupun untuk membuat animasi gambar yang mengikuti gerakan penunjuk mouse.
Yang termasuk dalam teknologi pada sisi klien:
Kontrol ActiveX
JavaApplet
Skrip sisi-klien (misalnya JavaScript)

2.8.3.2 Teknologi Web pada Sisi Server
Teknologi web pada sisi server memungkinkan pemrosesan kode didalam server sehingga kode yang sampai pada pemakai berbeda dengan kode asli pada server.
Keuntungan penggunaan teknologi pada sisi server adalah:
Mengurangi lalu-lintas jaringan dengan cara menghindari percakapan bolak-balik antara klien dan server.
Mengurangi waktu pemuatan kode, mengingat klien hanya mengambil kode HTML saja.
Mencegah masalah ketidakkompatibelan browser.
klien dapat berinteraksi dengan data yang ada pada server.
Mencegah klien mengetahui rahasia kode (mengingat kode yang diberikan ke klien berbeda dengan kode asli pada server).
Beberapa contoh teknologi yang berjalan di server adalah :
Common Gateway Interface (CGI)
Proprietary Web Server API
Active Server Page (ASP)
Server-Side JavaSkript
Java Servlets dab JavaServer Page (JSP)
PHP

2.8.4 Intranet dan Manfaatnya
Cara Kerja Internet
Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet dan mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berInternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet. Adapun cara kerja intranet yakni server menyimpan dan menyediakan informasi serta memproses permintaan dari client , apabila ada client yang meminta informasi maka server mengirimkannya. Informasi yang diakses dapat berupa teks, gambar dan suara. Server juga mengirimkan perintah-perintah ke client. Tentang bagaimana cara menampilkan semua informasi tersebut.   

2.8.5 Sistem Informasi Pelayan Publik Berbasis Intranet
Pelayan Publik berbasis Intranet adalah sebuah bentuk usaha yang dilakukan seseorang/ kelompok atau institusi tertentu untuk memberikan kemudahan dan batuan kepada masyarakat melalui fasilitas intranet melalui sebuah Local Area Network. 
Pelayan publik berbasis intranet merupakan penyajian informasi-informasi dalam sebuah Web Local bagi ke pada masyarakat yang berada Menginginkan Informasi  disaat membutuhkan dalam pengurusan layanan publik. 
Dalam hal ini penulis menjajikan informasi persayaratan-persayaratan dan beberapa fasilitas untuk pelayanan dalam situs ini. Dan adapun fasilitas-fasilitas lain masih dalam bentuk local area network.

2.9 Perangkat Lunak Yang Digunakan
adapun perangkat lunak yang digunakan untuk merancang suatu aplikasi berbasis web adalah sebagai berikut :
a. HTML (Hypertext Markup Laguange)
HTML (Hypertext Markup Laguange) adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web. HTML merupakan penegnbangan dari starndar performatan document teks yaitu : Standartd Generalized Markup Language (SGML).
Berikut ini daftar tag-tag yang digunakan pada umumnya dalam pembuatan HTML.
Html
Merupakan tag dasar yang mendifinisikan bahwa dokumen ini adlah dokumen HTML. Tag ini merupakan satu keharusan bagi pemrogram web untuk menuliskannya sebagai tag pertama dalam dokumen HTML.
<html> diawal document dan </html> di akhir dokumen
Head
Merupakan tag berikut setelah <html> untuk menuliskan keterangan tentang dokumen web yang akan ditampilkan.
<head> diawal setelah <html> dan </head> di akhir section head/
Title
Merupakan tag didalam head yang harus dituliskan untuk memberikan judul/ informasi pada caption browser web tentang topik atau judul dari dokumen web yang ditampilkan dalam browser.
<title> judul dokumen (/title>
Body
Merupakan section utama dalam dokumen web. Pada section ini semua isi dokumen yang akan ditampilkan di dalam bowser harus dituliskan.
<body> diawal, segera setalah tag </head></body> diakhiri, diletakkan tag </html> 
Paragraph 
Informasi yang disajikan dalam dokumen harus mengikuti kaidah-kaidah dalam penulisan, misalnya satu pikiran utama disimpan dalam satu paragraph.
Setiap paragraph harus dimulai dengan member tag <p> , diakhir paragraph tidak diharuskan menuliskan </p> sebagai akhir paragraph, karena tag <p> tidak didefinisikan mempunyai tag akhir. Setiap pergantian pargraf harus dimulai dengan <p> kembali
b. PHP
Banyak digunakan oleh programmer berlatar belakang C/C++ karena kemiripan syntaxnya. Open source, karenanya gratis dan bebas. Database pasangannya biasanya MySQL, dijalankan bersama webserver Apache di atas operating system Linux. Semuanya gratis dan bebas.
PHP singkatan dari PHP Hypertext Preprocessor bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnya akan dikirim ke client dengan menggunakan browser.
PHP pertama kali dibuat Rasmus Lerdof pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode suber tersebut dan menggunakan PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dar PHP/FI adalah Personal Home Page/ Form Interpretedi. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP
Secara khusu, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis, artinya ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Dalam pembuatan aplikasi berbasis web dapat menggunakan PHP coder sebagai editornya. Berikut tampilan awal PHP Coder :

Gambar 2.12  Tampilan Kerja PHP Coder
Skrip PHP berkedudukan sebagai tag dalam bahasa HTML. Sebagaimana diketahui, HTML adalah bahasa stardar untuk membuat halaman-halaman web. Sebagai contoh, berikut ini adalah kode HTML
Skrip ini memiliki beberapa elemen dasar yaitu pengenal, tipe data dan kostanta, variaber dan operator.
Karakter
Istilah karakter banyak dijumpai pada bahasa pemrograman computer. Yang disebut karakter ini dapat beupa huruf, sebuah angka tunggal, sebuah spasi, tanda control seperti carriage return, atau sebuah symbol seperti + dan ?.
Pengenal
Pengenal (identifier) banyak dalam program untuk memberi nama variabel, fungsi atau kelas. Oleh karena itu mengetahui aturan penamaan pengenal adalah hal yang penting.
a. karater yang dapat digunakan adalah huruf, angka atau garis bawah ( _ )
b. Karater pertama harus berupa huruf atau garis bawah
c. Panjang pengenal bias berapa saja
d. Huruf kecil dan huruf capital dibedakan.
Bila anda membuat suatu nama, hindarkan penggunaan yang sama dengan nama-nama yang sudah tersedia pada PHP. Misalnya, jangan mmenggunakan nama variabel berupa print, karan akan membingungkan pembaca program.
Tipe Data
Tipe dasa pada PHP ada tiga macam yaitu :

e. Integer
Integer menyatakan tipe data bilangan bulat dengan jangkauan kira-kira dari -2 milyar hingga + milyar.
f. Double 
Double mentakan tipe data bilangan real, yaitu bilangan yang mempunyai bagian pecahan.
g. String
String menyatakan tipe data teks (sederatan karakter yang tidak menyatakan bilangan). Misalnya berupa nama barang atau nama orang.
Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang tidak berubah selama proses dari program. PHP mempunyai built-in kostanta seperti PHP_VERSION, yaitu konstanta yang digunakan untuk mengetahui versi dari PHP yang digunakan. TRUE dan FALSE adalah suatu kostanta yang bernilai 1 dan 0. Kostanta PHP_OS adalah kostanta yang memberikan informasi server-side sistem operasi yang dijalankan. Sebagai contoh pada pernyataan berikut :
Variabel
Dalam PHP semua nama variabel harus dimulai dengan tanda ‘$’. 
Seperti pada contoh di atas, $username adalah sebuah variabel yang isinya “Hello, apakabar”. Kita dapat menampilkan isi variabel dengan perintah             echo $username. 
Pengonversian Nilai
PHP menyediakan perintah untuk melakukan konversi dari suatu tipe data ke tipe data yang lain. Salah satu diantaranya settype, misalnya :
Settype($ suhu, “double”0;
Akan membuat isi variabel suhu diubah menjadi bertipe double.
Bila ingin mengonversi dari suatu tipe data ke tipe data yang lain, tetapi tidak mengubah tipe variabel bersangkutan, maka bias menggunakan fungsi intval, doubleval, dan straval.
Selain menggunakan tipe fungsi di depan, pengonversian juga dapat dilakukan dengan cara yang disebut cast, yakni dengan mengubah tipe ekspresi yang akan diproses, Caranya didepan ekspresi yang akan diproses, tambahkan salah satu dari bentuk sebagai berikut :

(integer)
(double)
(string)
Operator
Operator atau tanda operasi adalah suatu tanda atau symbol yang digunakan untuk memanipulasi data, seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan sebagainya. Dalam PHP ada beberapa macam operator yaitu :
h. Operator Aritmatika
PHP menyediakan sejumlah operator aritmatika (Aritmatika Operation) seperti pada table 2.1 berikut :

Operator Operasi Contoh Hasil   
+
-
*
/
% Penambahan
Pengurangan 
Perkalian
Pembagian
Modulus 7  + 2
7  -  2
7  *  2
7  /  2
7 % 2 Jumlah 7 dan 2 : 9
Sisa dari pengurangan 7 dengan 2 : 5
Perkalian dari 7 dan 2 : 14
Hasil bagi 7 dibagi dengan 2 : 3.5
Sisa hasil bagi dari 7 dibagi dengan 2  
Table  2.3 Operator Aritmatika
i. Operator Unary
Operator unari (-) digunakan untuk memberi suatu nilai numeric (bukan pengurangan). Misalnya membuat variabel positif menjadi negative atau negative menjadi positif.
j. Operator Assigment
Operator assignment adalah “=”. Artinya adalah operan yang dikiri diisi dengan nilai dari ekspresi di sebelah kanan. Nilai ekspresi assignment adalah nilai yang ditentukan.
k. Operator Perbandingan
Operator Perbandingan digunakan untuk membandingkan nilai dari dua
operand. Hasil perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE berarti benar, dan FALSE berarti salah. 
Beberapa jenis relational operator :
· == : memeriksa apakah operand kanan bernilai sama dengan operand kiri
· > : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar daripada operand kanan
· < : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil dengan operand kanan
· >= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih besar atau sama dengan operand kanan
· <= : memeriksa apakah operand kiri bernilai lebih kecil atau sama dengan operand kanan
· != : memeriksa apakah operand kanan tidak bernilai sama dengan operand kiri

l. Operator Logika
Logical Operator digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang didapat dari penggunaan logical operator adalah boolean. Tabel logika berikut digunakan sebagai pedoman perhitungan

Tabel. 2.4 Operator Perbandingan
m. Operator Lainnya
Operator string yang digunakan dalm PHP operator concantenation (.).
Contoh penggunaan :
akan menampilkan :
Operator percabangan Percabangan pada umumnya dilakukan dengan struktur if-else, seperti pada contoh berikut:
Hal yang sama dapat dilakukan dengan cara :
Perhatikan tanda ? dan :
c. MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. Kepopulerannya karena MySQL menggunakan SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. MySQL termaksud RDBMS (Relational Database Management System). Itula sebabnya  istilah seperti table, baris dan kolom digunakan pada MySQL. Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah table, taberl terdiri dari atas jumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom.
Ada dua cara mengelolah database MySQL yaitu melalui prompt DOS (tool command line) dan dapat juga dengan menggunakan program utility seperti PHPMyAdmin. Dalam pembuatan database sistem pelayanan publik yang berbasis web pada Polsek Kota Utara menggunakan PHPMyAdmin.
Berikut ini perintah-perintah dasar MySQL yakni sebagai berikut :
Membuat Database.

Gambar 2.13. Membuat Database
Untuk mengahpus database yang sudah ada tidak digunkan klik pada sisi kanan drop database yang diikuti dengan nama database.

Gambar 2.14. Menghapus database.
Membuat dan menghapus table
Berikut ini cara membuat tabel dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.15 Membuat tabel
Berikut ini adalah cara mengisi struktur tabel :

Gambar 2.16 Struktur Tabel Jenis Pengaduan
Untuk mengapus nam tabel yang sudah tidak digunakan klik pada sisi kiri, seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2.17. Menghapus Tabel
Setelah klik hapus akan muncul kotak pesan yang menanyakan apakah tabel benar akan dihapus, jika ingin dihapus pilih OK kalau ingin dibatalkan pilih cansel, seperti gambar dibawah ini :

Gambar 2.18. Tampilan Kotak Pesan

MenambahField/ Kolom Baru
Apabila ingin menambah field, mula-mula tentukan database dan tabel yang digunakan, kemudian addnew field  diisi dengan jumlah kolom yang akan ditambah, pada bagian kanannya terdapat keterangan dimana akan diletakkan field yang baru tersebut. Apabila telah setelah diakhiri dengan mengklik go.

Gambar 2.19. Tampilan Menambahkan Field baru
Menampilkan Data Dengan Perintah Select
Untuk menjalankan SQL sederhana gunakan perintah select * form nama tebel dan diakhiri mengklik Go.

Gambar 2.20. Tampilan Perintah select
d. Macromedia Dreamweaver MX
Sebagai sebuah web desain, Macromedia Dreamweaver MX mudah digunakan serta memiliki fasilitas yang tergolong lengkap untuk membangun web yang diinginkan diataranya :
Mudah dalam pembuatan hyperlink  dengan masuk ke menu insert
       Hyperlink 
Dapat menyisipkan gambar untuk hampir setiap tipe gambar seperti Gif dan JPEG. Disamping itu kita dapat mengedit  seperti mengambar teks.
Dapat menambahkan tag dengan masuk ke menu insert
 Tag.. atau ctrl+E
Membuat form objeck  yang terdiri text field, text area, check box, button, check button, drop down list, dan push button.
Dapat menyisipkan activeXControl, JavaScript dan VBScript.
Dibawah ini merupakan Ruang Kerja Macromedia Dreamweaver MX dan komponen-komponennya ditujukan pada gambar berikut ini :

Gambar 2.21. Tampilan Macromedia MX
e. Adabo Photoshop C.S
Adobe Photoshop C.S merupakan program aplikasi untuk membuat gambar, mengolah dan membuat desain grafis yang paling popular dimasyarakat. Program ini memiliki  tool dan fisilitas yang mudah yang mudah digunakan untuk membuat dan mengolah gambar. Area  kerja Photoshop CS terdiri dari menu bar, option bar, toolbox, layer, palet, startus bar. 
Adobe Photoshop CS memiliki beberapa keunggulan dan fasilitas baru yang ditawarkan, yaitu sebagai berikut :
Iterface Adobe Photoshop CS memudahkan dalam menggunakan berbagai tool dalam proses pengerjaan desain. Terdapat fasilitas tambahan, seperti berbagai pallete, preset document info dan sebagainya.
Fasilitas File Browser yang diperbarui, memudahkan dalam mencari, mengatur, dalam mengeditan informasi image informasi image-image.
Jendela Welcome Screen yang memberi kemudahan mengakses berbagai fasilitas utama Adobe Photoshop CS.
Fasilitas Histrogram yang berdiri dengan tampilan untuk setiap chanel warna memberi akses untuk mengubah kualitas saat melakukan pengeditan image.
Fasilitas History log yang menyimpan keterangan mengenai pekerjaan desain yang dilakukan.
Fasilitas Otomasi yang membantu dalam meringkas pekerjaan dengan menyimpan langkah demi langkah dalam sebuah file kemudian digunakan pada pekerjaan yana lain.
Kemampuan Adobe Photoshop CS untuk membuat dan bekerja dengan image 24-bit yang sangat bermanfaat dalam mempertahankan kualitas image.
Kemudahan membuat web photo gallery melalui berbagai template yang ditawarkan sehingga memudahkan dalam memajang koleksi photo digital
Menu help yang diperbarui yang menawarkan akses langsung ke berbagai petunjuk mengenai tema-tema yang penting, seperti pengelolahan warna, otomatisasi, serta fasilitas untuk membuat menu help sendiri.

Gambar 2.22. Tampilan Ruang Kerja Photoshop CS.
2.10 Kerangka Pikir
2.11 Defenisi Operasional Variabel
Sebelum pembahasan dilanjutkan keperancangan sistem informasi pelayan publik berbasis web, amak terlebih dahulu penulis akan menguraikan beberapa defenisi operasional variabel yang erat kaitannya dengan sistem yang akan dirancang ini.
Beberapa variabel yang kan mendukung rancangan sistem informasi pelayanan publik berbasis web adalah sebagai berikut :
Perancangan sistem
Perancangan sistem adalah strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan itu.
Sistem informasi
Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasiuntuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi pelayanan publik dengan cara yang efektif dan efisien.
Pelayanan Publik
Pelayanan publik dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang / kelompok orang atau institusi tertentu untuk memberikan kemudahan dan bantuan kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan tertentu (Miftah Thoha,1991).

web.
Adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang berjalan diinternet dan Intranet.
Intranet
Intarnet adalah jaringan komputer-komputer yang saling tersambung digunakan suatu sistem organisasi
Tag : Komputer
Back To Top