Manajemen Diet pada Penderita Stroke

Manajemen Diet pada Penderita Stroke

APA ITU STROKE ?
Ketika suplai darah ke otak terganggu,sel-sel otak kekurangan oksigen jika aliran tidak dikembalikan dalam beberapa menit,sel-sel otak yang cedera dan banyak orang akan mati.sel-sel otak atau neuron tidak dapat digantikan,diperbaiki atau dipulihkan. 

TUJUAN DIET STROKE:
1. Memberikan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit
2. Memperbaiki keadaan stroke seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal dan dekubitus
3. Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit

TAHAPAN PEMBERIAN MAKAN DIIT STROKE
DIET BAGI PENDERITA STROKE ADA 4 TAHAPAN:
Diit Stroke I diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada ganggguan fungsi menelan makanan diberikan dalam bentuk cair kental atau kombinasi cair jernih dan cair kental yang diberikan peroral atau NGT sesuai dengan keadaan penyakit. Makanan diberikan dalam porsi kecil tiap 2 -3 jam. Lama pemberian makanan disesuaikan dengan keadaan pasien. Bahan makanan yang dianjurkan :

Stroke didefenisikan cedera tiba-tiba ke otak disebabkan oleh kerusakan jantung atau pembuluh darah.ada yang disebabkan oleh pendarahan (pendarahan ke otak) tetapi sebagian besar disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak.
Diit untuk penderita stroke biasa kita sebut dengan diit stroke ini berbeda dengan diit DM. Jadi bagi penderita stroke sebaiknya menghindari makanan yang berlemak dan berkadar natrium tinggi.

Perlu kita ketahui pada diit stroke, ada tahapan pemberian makan yang dibagi menjadi 2 fase yaitu :
1.  Fase akut (24 – 48 jam)
Fase akut adalah keadaan tidak sadarkan diri atau kesadaran menurun. Pada fase ini diberikan makanan parenteral (nothing peroral/ NPO) dan dilanjutkan dengan makanan enteral (NASO GASTRIC TUBER/NGT). Pemberian makanan parenteral total perlu dimonitor dengan baik.

2.  Fase Pemulihan
Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak mengalami gangguan fungsi menelan (disfagia). Makanan diberikan per oral secara bertahap dalam bentuk makanan cair, makanan saring, makanan lunak dan makanan biasa.
Jadi jika pasien tidak bisa menelan atau tidak sadarkan diri tetap diberikan makan  berupa makanan enteral (NGT) yaitu MLP (makanan lewat pipa).
1. Diit Stroke I
Sumber karbohidrat          : maizena, tepung beras, tepung hunkwe dan sagu

Sumber protein hewani     : susu whole dan skim, telur ayam 3- 4 btr/minggu
Sumber protein nabati      : susu kedelai, sari kacang hijau dan susu tempe

Sumber lemak                     : sari buah yang dibuat dari jeruk, pepaya, tomat, sirsak dan apel
Minuman                          : teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu
2. Diit Stroke II
Diit Stroke II diberikan sebagai makanan perpindahan dari Diit Stroke I atau kepada pasien pada fase pemulihan. Bentuk makanan merupakan kombinasi cair jernih, cair kental, dan saring.
3. Diit Stroke III dan IV
Diberikan sebagai makanan perpindahan dari diet Stroke II, dengan bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien dan penyakit penyertanya. Yaitu bubur atau nasi.
Dan mulai sekarang berulang kali kami menganjurkan kepada seluruh Sobat Harmoni kita ubah pola makan kita yang mungkin sebelumnya suka asin atau makanan siap saji ke makanan yang sehat. Dan saya punya contoh menu sehari bagi penderita stroke yaitu :
Diet stroke III
·         Makan Pagi: Nasi tim, telur rebus, cah labu siam
·         Pukul 10.00: Selada buah
·         Makan Siang: Nasi tim atau bubur, pepes ikan, tumis tempe, sayur asem, papaya
·         Pukul 16.00:  Roti Bakar isi Pisang 
·         Makan Malam: Nasi Tim/ Bubur, Ayam Bumbu Bali, Gadon Tahu, Cah Kacang Panjang, Jeruk