Pengertian dan Contoh Makalah : Artificial Intelligence

BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan tingkah laku yang pintar, belajar dan dapat beradaptasi pada mesin. Penelitian pada Artificial Intelligence dipusatkan pada penghasilan mesin yang mengotomatisasikan tugas-tugas yang memerlukan tingkah laku yang pintar. Contohnya kontrol, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan menjawab diagnostik dan pertanyaan-pertanyaan pelanggan, handwriting, suara dan pengenalan wajah. Untuk itu, Artificial Intelligence telah menjadi disiplin ilmu, difokuskan pada penyediaan solusi masalah-masalah kehidupan nyata, aplikasi software, game strategi seperti catur komputer dan video game lainnya.

2.1.1 Sejarah Kecedasan Buatan
Kecerdasan buatan termasuk bidang ilmu yang relatif muda. Pada tahun 1950-an para ilmuan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan  perkerjaannya  seperti  yang  dikerjakan  oleh  manusia.  Alan  Turing, seorang matematikawan dari inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing Test.
Kecerdasan buatan itu atau “artificial intelligence” itu sendiri muncul dari seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology yang bernama John
McCarthy pada tahun 1956 pada Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan dari kecerdasan buatan, yaitu: mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesign mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut. Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain :
1.   Logic  Theorist,  diperkenalkan  pada  Dartmouth  Conference,  program  ini dapat membuktikan teorama-teorama matematika.
2.  Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). Program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
3.  ELIZA, diprogram oleh Joseph Weizenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.

2.1.2 Perbedaan Kecerdasan Buatan Dan Kecerdasan Alami
Jika dibandingan dengan kecerdasan alami (kecerdasan yang dimiliki oleh manusia), kecerdasan buatan memiliki beberapa kelebihan secara komersial antara lain :
a.  Kecerdasan buatan lebih besifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan manusia untuk mengingat sesuatu cukup terbatas. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak di ubah.
b.   Kecerdasan buatan lebih      mudah      diduplikasi dan disebarkan. Menduplikasikan  pengetahuan  manusia  dari  satu  orang  ke  orang  lain membutuhkan proses yang sangat lama, dan juga suatu keahlian itu tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Oleh karena itu, jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut dan dapat dengan mudah dipindahkan ke komputer yang lain.
c.   Kecerdasan buatan akan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. 
Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibandingkan  dengan  harus  mendatangkan  seseorang  untuk  mengerjakan sejumlah perkerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama
d.   Kecerdasan buatan besifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami akan senantiasa mengalami perubahan.
e.  Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat oleh komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut.
f. Kecerdasan  buatan  dapat  mengerjakan  perkerjaan  lebih  cepat  dibanding kecerdasan alami.
g.   Kecerdasan buatan dapat mengerjakan perkerjaan lebih teliti dan lebih baik dibanding kecerdasan alami.

Sedangkan keuntungan dari kecerdasan alami adalah :
a.Kreatif. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
b. Kecerdasan  alami  memungkinkan  seseorang  untuk  menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.
c.   Pemikiran  manusia  dapat  digunakan  secara  luas,  sedangkan  kecerdasan buatan sangat terbatas.

2.1.3 Klasifikasi Ilmu Artificial Intelligence
Artificial Intelligence dibagi dalam dua bidang studi yaitu: Artificial Intelligence Konvensional dan Computational Intelligence (CI). Artificial Intelligence Konvensional terutama meliputi metode yang diklasifikasikan sebagai mesin yang belajar (machine learning), dicirikan dengan analisis statistika. Ini juga dikenal sebagai simbolik Artificial Intelligence, logikal Artificial Intelligence, neat Artificial Intelligence (menyatakan solusi harus luwes, jelas dan benar) dan Good Old Fashioned Artificial Intelligence (GOFAI). Metodenya meliputi :
-Sistem  Pakar  (Expert  System):  menerapkan  kemampuan  menalar  untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang  diketahui dan  menyediakan kesimpulan berdasarkan informasi tersebut.
-Case  based  reasoning  :  merupakan  proses  penyelesaian  masalah  baru berdasarkan pada solusi dari masalah lampau yang serupa. Case based reasoning dapat disebut juga menganalogikan masalah yang mirip dengan masalah lampau.
-Bayesian networks : merupakan grafik asiklik tertuju dimana tiap node-nya mewakilkan satu variabel, dan garis penghubung tiap node disebut hubungan ketergantungan statistik diantara variabel tersebut dan nilai distribusi probabilitas lokal untuk tiap variabel yang diberikan dari node sebelumnya.
-Behavior based Artificial Intelligence : merupakan kecerdasan buatan dimana kecerdasannya  dibuat  dari  banyak  elemen  modul  yang  relatif  sederhana dalam membuatnya. Setiap elemen berfungsi hanya pada konteks khusus, yang hanya dikenali oleh modul tersebut.
-Computation  Intelligence  meliputi  pengembangan  iterative  atau  belajar.

Pembelajaran  didasarkan  pada  kumpulan  data-data  empiris  yang dihubungkan dengan kecerdasan buatan non-simbolik. Beberapa metode pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:
-Neural Network: sistem dengan kemampuan pengenalan  pola.

-Fuzzy System: teknik untuk menalar dibawah ketidakpastian, secara luas digunakan pada industri modern dan sistem kontrol produk konsumen.
-Evolutionary   computation:   menerapkan   konsep   yang   terinspirasi   dari permasalahan biologi seperti populasi, mutasi dan survival of the fittest untuk menghasilkan solusi yang lebih baik. Metode ini dapat dibagi lagi menjadi evolutionary algorithm (contoh genetic algorithm) dan swarm intelligence (contoh ant algorithm).
Dengan hybrid intelligent system berusaha untuk membuat kombinasi dari dua group ini. Aturan kesimpulan pakar dapat dihasilkan melalui neural network atau aturan   produksi   dari   pembelajaran   statistika   seperti   ACT-R.   Otak   manusia menggunakan multiple teknik untuk bersama-sama memformulasikan dan menghasilkan cross-check. Jadi, integrasi terlihat menjanjikan dan mungkin perlu dalam artificial intelligence yang sebenarnya.
Satu metode baru yang menjanjikan disebut intelligence amplification, dimana mencoba mencapai tingkat artificial intelligence dalam proses pengembangan yang evolusioner sebagai penjelasan kecerdasan manusia melalui teknologi.

2.1.4 Pengunaan Artificial Intelligence pada Bisnis
Bank menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk mengorganisasikan operasi, penanaman  saham  dan  mengatur  properti.  Pada  agustus  2001,  robot  melebihi manusia dalam simulasi kompetisi pertukaran keuangan (BBC news, 2001). Klinik medikal dapat menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk mengatur dan menjadwalkan, membuat rotasi pegawai dan menyediakan informasi secara periodik. Banyak juga aplikasi tergantung pada jaringan syaraf tiruan (ANN artificial neural network), yaitu jaringan yang mempolakan organisasi dalam cara meniru otak manusia. Aplikasi ini mempunyai banyak kebaikan dalam hal pengenalan pola. Institusi keuangan telah lama menggunakan sistem seperti ini untuk mendeteksi klaim di luar kewajaran. ANN juga digunakan secara luas pada homeland security, suara dan pengenalan teks, diagnosis medical, data mining dan e-mail spam filtering. Homeland security mempunyai fungsi untuk mencegah, mendeteksi, menanggapi dan memperbaiki suatu tingkah laku kegiatan seperti teroris dan juga bencana alam.

Robot juga telah umum digunakan di banyak industri. Mereka sering diberikan pekerjaan  yang  dipertimbangkan  berbahaya  bagi  manusia.  Robot  juga  terbukti efektif pada pekerjaan yang sangat repetitive yang mungkin menyebabkan kesalahan atau kecelakaan tugas karena kehilangan konsentrasi, jika dikerjakan oleh manusia. Contohnya  General Motor (GM) menggunakan 16.000 robot untuk tugas painting, welding  dan  assembly.  Jepang  merupakan  negara  pemimpin  dalam  penggunaan robot, dari data yang didapat pada 1995, 700.000 robot digunakan secara luas diseluruh dunia dan lebih dari 500.000 berasal dari Jepang (Encarta, 2006). Lihat Sambungan 2.2